Tafsir Surah Tawbah Ayat 62 – 65 (Puak munafik berolok-olok)

Ayat 62:

يَحلِفونَ بِاللَّهِ لَكُم لِيُرضوكُم وَاللَّهُ وَرَسولُهُ أَحَقُّ أَن يُرضوهُ إِن كانوا مُؤمِنينَ

(SAHEEH INTERNATIONAL)

They swear by Allāh to you [Muslims] to satisfy you. But Allāh and His Messenger are more worthy for them to satisfy, if they should be believers.

(MALAY)

Mereka bersumpah kepada kamu dengan (nama) Allah untuk mencari keridhaanmu, padahal Allah dan Rasul-Nya itulah yang lebih patut mereka cari keridhaannya jika mereka adalah orang-orang yang mukmin.

 

يَحلِفونَ بِاللَّهِ لَكُم لِيُرضوكُم

Mereka bersumpah kepada kamu dengan (nama) Allah untuk mencari keridhaanmu, 

Mereka bersumpah kepada orang mukmin. Tujuannya supaya menyenangkan hati kamu, supaya tidak fikir sangat tentang mereka. Mereka dah kena tegur oleh Nabi Muhammad, dah kena boikot, sudah tidak dilayan, maka mereka mencari orang mukmin yang lain untuk menyatakan yang mereka sebenarnya berniat baik. Mereka sanggup bersumpah dengan nama Allah untuk menguatkan alasan mereka.

Qatadah telah mengatakan sehubungan dengan firman-Nya: Mereka bersumpah kepada kalian dengan (nama) Allah untuk mencari keredhaan kalian. (At-Taubah: 62), hingga akhir ayat. Qatadah mengatakan: telah menceritakan kepada kami bahawa pernah ada seorang lelaki munafik berkata, “Demi Allah, sesungguhnya mereka (orang-orang munafik sebangsanya) adalah orang-orang pilihan kami dan orang-orang terhormat kami. Sekalipun apa yang dikatakan oleh Muhammad adalah benar bagi mereka, tetapi lebih buruk daripada keledai.” Kemudian seorang lelaki dari kalangan kaum muslim mendengarnya, maka ia langsung menjawab, “Demi Allah, sesungguhnya apa yang dikatakan oleh Muhammad adalah benar, dan sesungguhnya kami lebih buruk daripada keledai.” Maka orang-orang melaporkan hal tersebut kepada Nabi Saw. dan menceritakan peristiwa itu, lalu Nabi Saw. memanggil lelaki tersebut dan bertanya, “Apakah yang mendorongmu mengatakan apa yang telah kamu ucapkan itu?” Lelaki yang berkata demikian itu memaki lawannya dan bersumpah dengan menyebut nama Allah, bahawa dia tidak mengucapkannya. Sedangkan lelaki muslim itu berkata, “Ya Allah, benarkanlah yang benar dan salahkanlah yang dusta.” Maka Allah menurunkan ayat ini.

 

وَاللَّهُ وَرَسولُهُ أَحَقُّ أَن يُرضوهُ إِن كانوا مُؤمِنينَ

padahal Allah dan Rasul-Nya itulah yang lebih patut mereka cari keridhaannya jika mereka adalah orang-orang yang mukmin.

Mereka mencari redha dengan para mukmin, sedangkan Allah dan Rasulullah lah yang lebih patut mereka mendapatkan keredhaan. Mereka dah silap fokus.


 

Ayat 63: Ayat takhwif ukhrawi.

أَلَم يَعلَموا أَنَّهُ مَن يُحادِدِ اللَّهَ وَرَسولَهُ فَأَنَّ لَهُ نارَ جَهَنَّمَ خالِدًا فيها ۚ ذٰلِكَ الخِزيُ العَظيمُ

(SAHEEH INTERNATIONAL)

Do they not know that whoever opposes Allāh and His Messenger – that for him is the fire of Hell, wherein he will abide eternally? That is the great disgrace.

(MALAY)

Tidakkah mereka (orang-orang munafik itu) mengetahui bahawasanya barangsiapa menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya neraka jahannamlah baginya, kekal mereka di dalamnya. Itu adalah kehinaan yang besar.

 

أَلَم يَعلَموا أَنَّهُ مَن يُحادِدِ اللَّهَ وَرَسولَهُ فَأَنَّ لَهُ نارَ

Tidakkah mereka (orang-orang munafik itu) mengetahui bahawasanya barangsiapa menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya neraka jahannamlah baginya, 

Sesiapa yang menentang Allah dan rasul seperti yang dilakukan oleh puak munafik itu, mereka akan dimasukkan ke dalam neraka. Menentang itu maksudnya tidak taat kepada arahan Nabi dan Allah. Antara yang mereka telah lakukan adalah tidak pergi keluar berjihad ke Tabuk. Itu pun sudah dikira sebagai menentang.

 

خالِدًا فيها

kekal mereka di dalamnya.

Oleh kerana menentang Allah dan Rasul adalah dosa besar, mereka akan kekal di dalam neraka itu, tidak ada peluang untuk keluar.

ذٰلِكَ الخِزيُ العَظيمُ

Itu adalah kehinaan yang besar.

Mereka sangka mereka kena pulau dan tidak dilayan oleh baginda itu sudah satu kesusahan, bagaimana pula nanti kalau kena masuk neraka? Itu lebih teruk lagi dari apa yang mereka kena.


 

Ayat 64: Ayat syikayah. Ini adalah teguran kepada puak munafikin kerana sifat mereka yang mempersendakan agama.

يَحذَرُ المُنافِقونَ أَن تُنَزَّلَ عَلَيهِم سورَةٌ تُنَبِّئُهُم بِما في قُلوبِهِم ۚ قُلِ استَهزِئوا إِنَّ اللَّهَ مُخرِجٌ ما تَحذَرونَ

(SAHEEH INTERNATIONAL)

The hypocrites are apprehensive lest a sūrah be revealed about them, informing them of¹ what is in their hearts. Say, “Mock [as you wish]; indeed, Allāh will expose that which you fear.”

  • i.e., exposing the truth about.

(MALAY)

Orang-orang yang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi dalam hati mereka. Katakanlah kepada mereka: “Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Allah dan rasul-Nya)”. Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti itu.

 

يَحذَرُ المُنافِقونَ أَن تُنَزَّلَ عَلَيهِم سورَةٌ تُنَبِّئُهُم بِما في قُلوبِهِم

Orang-orang yang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi dalam hati mereka.

Orang munafik itu sangat bimbang sekiranya turun satu surah atau ayat yang menceritakan apa yang ada dalam hati mereka. Mereka takut kalau ada ayat yang beritahu semua orang tentang sifat munafik mereka. Jadi, kalau ada surah baru turun, mereka risau takut-takut itu adalah surah yang membuka pekung yang ada dalam hati mereka. Mereka selama ini menyembunyikan perasaan dan sifat mereka dari manusia lain.

Mujahid mengatakan bahwa orang-orang munafik itu mengucapkan suatu ucapan di antara sesama mereka, kemudian mereka mengatakan, “Mudah-mudahan Allah tidak membuka rahasia kita ini yang akibatnya membahayakan diri kita.”

 

قُلِ استَهزِئوا

Katakanlah kepada mereka: “Teruskanlah ejekan-ejekanmu

Allah suruh kata kepada mereka, kamu nak senda agama, senda Rasulullah, buatlah. Teruslah buat apa yang kamu sedang lakukan itu.

Ada kisah bagaimana ada seorang sahabat yang mendengar bagaimana Abdullah bin Ubai mengejek Rasulullah.

 

إِنَّ اللَّهَ مُخرِجٌ ما تَحذَرونَ

Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti itu.

Sesungguhnya Allah pasti akan keluarkan juga apa yang kamu bimbangkan itu. Allah akan turunkan juga surah tentang mereka dan apa yang ada dalam hati mereka akan Allah bongkarkan.


 

Ayat 65: Ayat syikayah untuk menegur puak munafik lagi.

وَلَئِن سَأَلتَهُم لَيَقولُنَّ إِنَّما كُنّا نَخوضُ وَنَلعَبُ ۚ قُل أَبِاللَّهِ وَآياتِهِ وَرَسولِهِ كُنتُم تَستَهزِئونَ

(SAHEEH INTERNATIONAL)

And if you ask them, they will surely say, “We were only conversing and playing.” Say, “Is it Allāh and His verses and His Messenger that you were mocking?”

(MALAY)

Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?”

 

وَلَئِن سَأَلتَهُم

Dan jika kamu tanyakan kepada mereka

Dan jika kamu tanya mereka, kenapa mereka mempersendakan agama sendiri, mempersendakan Nabi, sedangkan kamu itu Islam?

 

لَيَقولُنَّ إِنَّما كُنّا نَخوضُ وَنَلعَبُ

tentulah mereka akan manjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja”. 

Tentu mereka akan jawap: kami hanya ingin bergurau cakap-cakap kosong dan main-main sahaja. Mereka nak kata yang mereka tidak bersungguh pun dalam percakapan mereka. Ini tidak patut sekali sedangkan orang Islam tidak dibenarkan mempersendakan agama dan Rasulullah. Mempersendakan agama adalah kufur.

Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” (At-Taubah: 65) Ketika Nabi Saw. berangkat menuju ke medan Tabuk, sedangkan orang-orang munafik ikut berangkat bersamanya dengan mengambil posisi di depannya, lalu mereka berkata, “Orang ini (yakni Nabi) menduga bahawa dia dapat menaklukkan kerajaan Romawi berikut semua bentengnya. Alangkah jauhnya dari kenyataan.” Maka Allah memper­lihatkan kepada Nabi-Nya apa yang mereka perbincangkan itu. Rasulullah Saw. bersabda, ”Hadapkanlah orang-orang itu kepadaku!”

Maka mereka dipanggil, lalu Rasulullah Saw. bersabda, “Kalian telah mengatakan anu dan anu.” Tetapi mereka bersumpah seraya ber­kata, “Kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.”

 

قُل أَبِاللَّهِ وَآياتِهِ وَرَسولِهِ كُنتُم تَستَهزِئونَ

Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?”

Allah suruh katakan kepada mereka: adakah tentang ayat Allah dan rasul yang kamu nak persendakan? Ini tidak patut kerana itu bukan perkara main-main.

Allahu a’lam. Sambung ke ayat yang seterusnya


Rujukan:

Maulana Hadi

Nouman Ali Khan

Tafsir Ibn Kathir

About tafsirsunnah

Blog mentafsir Quran berdasarkan fahaman Sunnah dan salafussoleh.
This entry was posted in Surah 009: Tawbah. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s