Tafsir Surah Anfal Ayat 30 – 33 (Musyrikin minta azab)

Ayat 30: Ini adalah sebab yang ketujuh kenapa ghanimah itu perlu ditentukan pembahagiannya oleh Allah.

وَإِذ يَمكُرُ بِكَ الَّذينَ كَفَروا لِيُثبِتوكَ أَو يَقتُلوكَ أَو يُخرِجوكَ ۚ وَيَمكُرونَ وَيَمكُرُ اللَّهُ ۖ وَاللَّهُ خَيرُ الماكِرينَ

(SAHEEH INTERNATIONAL)

And [remember, O Muḥammad], when those who disbelieved plotted against you to restrain you or kill you or evict you [from Makkah]. But they plan, and Allāh plans. And Allāh is the best of planners.

(MALAY)

Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.

وَإِذ يَمكُرُ بِكَ الَّذينَ كَفَروا لِيُثبِتوكَ أَو يَقتُلوكَ أَو يُخرِجوكَ

Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. 

Allah ingatkan keadaan buruk umat Islam semasa mereka di Mekah dahulu. Orang kafir Mekah telah membuat rancangan jahat terhadap baginda Nabi. Berbagai-bagai perancangan telah dirancang oleh mereka. Antaranya mereka merancang untuk menangkap baginda dan penjara baginda.

Dan ada cadangan untuk bunuh terus baginda untuk terus menghabiskan terus agama yang dibawanya.

Dan ada rancangan untuk halau keluar sahaja baginda dari Mekah. Inilah semua perancangan mereka yang Allah keluarkan balik semasa mereka bermesyuarat sesama mereka. Waktu itu ada tiga cadangan: tangkap, bunuh atau halau. Dari tiga pilihan itu, rancangan untuk membunuh telah diterima sebagai keputusan mesyuarat tertutup itu.

Kisah ini dan rancangan orang-orang Quraisy untuk melakukan makar untuk memenjarakan Nabi Saw. atau mengusirnya atau membunuhnya hanyalah terjadi di malam hijrah. Hal ini pun baru terjadi setelah tiga tahun Abu Talib meninggal dunia. Dengan mening­galnya Abu Talib barulah mereka berani berbuat seenaknya terhadap diri Nabi Saw.; di masa Abu Talib masih ada, mereka tidak berani berbuat demikian kerana Abu Talib selalu melindungi dan membelanya serta menanggung semua bebannya.

Dalil yang menunjukkan kebenaran dari pendapat yang kami katakan ialah sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Muhammad ibnu lshaq ibnu Yasar, penulis kitab Al-Magazi. Ia meriwayatkannya dari Abdullah ibnu Abu Nujaih, dari Mujahid, dari Ibnu Abbas. Muhammad ibnu Ishaq telah mengatakan pula bahwa telah menceritakan kepadanya Al-Kalbi, dari Bazan maula Ummu Hani, dari Ibnu Abbas. bahwa segolongan orang dari kalangan orang-orang terhormat kabilah Quraisy mengadakan pertemuan di Darun Nudwah. Kemudian Iblis muncul di kalangan mereka dalam rupa seorang syeikh yang anggun. Ketika mereka melihatnya, mereka berkata, “Siapakah engkau ini?” Iblis yang berupa orang tua itu menjawab, “Aku seseorang dari Najd. Aku mendengar bahwa kalian mengadakan pertemuan, maka aku berkeinginan untuk menghadiri pertemuan kalian ini, dan saran serta pendapatku nanti niscaya tidak akan sia-sia bagi kalian.” Mereka berkata, “Kalau begitu, silakan masuk.” Maka iblis pun bergabung bersama dengan mereka. Iblis membuka pembicaraannya, “Kemukakanlah pendapat kalian terhadap lelaki ini (Nabi Saw.). Demi Allah, benar-benar telah dekat waktunya dia akan menyaingi urusan kalian dengan urusannya.” Seseorang di antara mereka berkata, “Penjarakanlah dia dalam ikatan, kemudian tunggulah saat kematiannya dalam keadaan demikian, sebagaimana telah mati orang-orang yang sebelumnya yang semisal dengan dia dari kalangan ahli syair, seperti Zuhair dan Nabigah. Sesungguhnya dia hanyalah salah seorang dari mereka.” Maka si iblis —musuh Allah itu yang berupa seorang tua dari Najd itu— menjerit seraya berkata, “Demi Allah, ini bukanlah pendapat yang tepat bagi kalian. Demi Allah, Tuhannya kelak benar-benar akan membebaskannya dari tahanannya untuk dihantarkan lagi kepada para sahabatnya. Dan dalam waktu yang dekat para sahabatnya pasti akan berhamburan menuju kepadanya untuk membebaskannya dari tangan kalian, lalu para sahabatnya membelanya dari kalian. Maka saya tidak dapat menjamin keselamatan kalian, mereka pasti akan mengeluarkan (mengusir) kalian dari negeri kalian sendiri.” Para hadirin dalam pertemuan itu berkata, “Orang tua ini benar, maka kemukakanlah oleh kalian pendapat lainnya.” Salah seorang dari mereka ada yang mengatakan, “Kita usir saja dia sehingga kita terbebas darinya, karena sesungguhnya apabila dia telah diusir, niscaya tidak akan membahayakan kalian apa yang diper­buatnya di mana pun ia berada selagi jauh dari kalian; dan urusannya bukan lagi di antara kalian, tetapi di kalangan orang lain.” Iblis berkata, “Demi Allah, ini pun bukan pendapat yang tepat bagi kalian, bukankah kalian telah mendengar sendiri tutur katanya yang manis dan lisannya yang fasih sehingga dapat mengetuk hati orang yang mendengar pembicaraannya? Demi Allah, seandainya kalian melakukan hal itu, dan dia menyeru orang-orang Arab, niscaya semua orang Arab akan mendukungnya. Kemudian mereka benar-benar akan datang kepada kalian untuk mengusir kalian dari negeri kalian dan membunuh para pemimpin kalian.”  Mereka berkata, “Benarlah apa yang dikatakannya, demi Allah. Maka kemukakanlah pendapat lainnya.” Abu Jahal la’natullahi ‘alaihi mengemukakan pendapatnya, “Demi Allah, sesungguhnya aku menyarankan kepada kalian suatu pendapat yang belum kalian sedari sebelumnya. Menurutku tiada pendapat lain kecuali yang akan kukemukakan.” Mereka berkata, “Pendapat apakah itu?” Abu Jahal berkata, “Kalian harus mengambil seorang pemuda yang kuat dan sigap dari setiap kabilah. Kemudian setiap pemuda dipersenjatai dengan pedang yang tajam, lalu mereka memukulnya secara beramai-ramai dengan sekali pukul. Apabila dia (Muhammad) terbunuh, maka darahnya terbagi-bagi di kalangan semua kabilah yang terlibat. Maka menurut dugaanku kabilah Bani Hasyim tidak akan kuat berperang menghadapi semua kabilah Quraisy. Apabila mereka menyadari kemampuannya, niscaya mereka mau menerima ‘aql (diat), sehingga kita terbebas darinya dan kita telah memutuskan gangguannya.” Maka si orang tua dari Najd itu berkata, “Ini baru suatu pendapat yang jitu, demi Allah. Menurut hematku pendapat yang terbaik adalah apa yang baru dikemukakan oleh orang ini.” Maka mereka bubar dengan kesepakatan yang bulat atas usul Abu Jahal itu. Kemudian Malaikat Jibril datang kepada Nabi Saw. dan memerintahkan kepadanya agar jangan menginap di tempat tidur yang biasa ditempatinya, dan memberitahukan kepadanya tentang tipu muslihat dan makar yang akan dilakukan oleh kaumnya. Pada malam itu Rasulullah Saw. tidak menginap di rumahnya, dan saat itu juga Allah memerintahkan kepadanya untuk berhijrah, lalu Allah menurunkan kepadanya surat Al-Anfal setibanya di Madinah. Di dalam surat Al-Anfal disebutkan nikmat-nikmat yang telah dilimpahkan oleh Allah kepadanya dan ujian yang telah ditimpakan kepadanya dari sisi- Nya.

وَيَمكُرونَ وَيَمكُرُ اللَّهُ

Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. 

Mereka telah buat rancangan terhadap Nabi, tapi Allah juga buat rancangan untuk menyelamatkan baginda. Rancangan mereka itu tetap tidak berhasil. Nabi tetap selamat dan dapat menyelamatkan diri dengan pergi ke Madinah.

Memang puak kafir ada sahaja rancangan jahat terhadap Islam. Tapi Allah beri isyarat dalam ayat ini, tidak perlu kita risau. Kerana Allah juga buat perancangan untuk menegakkan agamaNya. Jadi kalau ada yang sibuk dengan conspiracy theory, jangan hiraukan. Jangan bercampur berbincangan dengan mereka tentang perkara itu. Kerana itu hanya buang masa dan buat kita rasa takut sahaja, bukan berhasil buat apa-apa pun.

وَاللَّهُ خَيرُ الماكِرينَ

Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.

Allah sebaik-baik perancang. Kalau rancangan manusia Allah tidak benar untuk jalankan, ia tidak akan tejradi. Tapi kalau rancangan Allah, tidak ada sesiapa pun yang boleh menghalangnya. Rancangan Allah pasti akan berjaya.


Ayat 31: Syikayah

وَإِذا تُتلىٰ عَلَيهِم آياتُنا قالوا قَد سَمِعنا لَو نَشاءُ لَقُلنا مِثلَ هٰذا ۙ إِن هٰذا إِلّا أَساطيرُ الأَوَّلينَ

(SAHEEH INTERNATIONAL)

And when Our verses are recited to them, they say, “We have heard. If we willed, we could say [something] like this. This is not but legends of the former peoples.”

(MALAY)

Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami, mereka berkata: “Sesungguhnya kami telah mendengar (ayat-ayat yang seperti ini), kalau kami hendaki nescaya kami dapat membacakan yang seperti ini, (Al Quran) ini tidak lain hanyalah dongeng-dongengan orang-orang purbakala”.

وَإِذا تُتلىٰ عَلَيهِم آياتُنا قالوا قَد سَمِعنا

Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami, mereka berkata: “Sesungguhnya kami telah mendengar

Ini adalah kata-kata mereka yang engkar apabila dibacakan Quran kepada mereka. Ada antara mereka yang kata mereka dah biasa dengar benda yang macam Quran itu, jadi mereka kata tidak ada apa benda baru yang ada dalam Quran itu. Itulah kata-kata musyrikin Mekah yang berlagak teruk. Begitulah mereka ada yang mari dengar bacaan Quran tapi tidak ada apa-apa kesan kepada mereka.

Jadi, dalam ayat ini, disebut itu adalah perangai musyrikin Mekah. Tapi kalau ada orang kita yang macam itu juga, samalah mereka dengan musyrikin Mekah. Kerana ada juga golongan yang mengaku Islam, tapi apabila dibacakan ayat-ayat Quran kepada mereka, ia langsung tidak memberi kesan kepada hati mereka. Mereka rasa macam biasa sahaja ayat Quran itu, tidak ada apa. Kerana mereka tidak faham dan kerana hati mereka telah keras. Sebab itu kadang-kadang apabila kita beri dalil kepada puak Bidaah menggunakan ayat-ayat Quran, mereka nampak macam tidak ada penting pun dalil dari ayat Quran itu. Mereka tetap juga nak buat amalan syirik dan amalan bidaah mereka.

لَو نَشاءُ لَقُلنا مِثلَ هٰذا

kalau kami hendaki nescaya kami dapat membacakan yang seperti ini,

Mereka siap kata, kalau mereka mahu, mereka boleh cakap seperti apa yang ada dalam Quran itu. Padahal itu adalah kata-kata kosong sahaja. Sedangkan Allah ada tiga kali beri cabaran kepada manusia untuk mendatangkan ayat-ayat dalam Quran kalau mereka rasa mereka boleh buat.

إِن هٰذا إِلّا أَساطيرُ الأَوَّلينَ

ini tidak lain hanyalah dongeng-dongengan orang-orang purbakala”.

Mereka kata Quran itu dongeng orang dahulu sahaja. Iaitu perkara yang tidak perlu diberi perhatian, tidak benar, kata-kata kosong sahaja. Begitulah sikap mereka terhadap Quran. Adakah orang-orang kita yang macam ini juga? Tidakkah ada yang kata undang-undang dalam Islam itu adalah undang-undang kuno sahaja dan tidak boleh diamalkan di negara kita? Bagaimana dengan mereka? Adakah termasuk dalam ayat ini juga? Allahu a’lam.


Ayat 32:

وَإِذ قالُوا اللَّهُمَّ إِن كانَ هٰذا هُوَ الحَقَّ مِن عِندِكَ فَأَمطِر عَلَينا حِجارَةً مِنَ السَّماءِ أَوِ ائتِنا بِعَذابٍ أَليمٍ

(SAHEEH INTERNATIONAL)

And [remember] when they said, “O Allāh, if this should be the truth from You, then rain down upon us stones from the sky or bring us a painful punishment.”

(MALAY)

Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata: “Ya Allah, jika betul (Al Quran) ini benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih”.

وَإِذ قالُوا اللَّهُمَّ إِن كانَ هٰذا هُوَ الحَقَّ مِن عِندِكَ

Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata: “Ya Allah, jika betul (Al Quran) ini benar dari sisi Engkau,

Ini adalah doa mereka: mereka doa sungguh-sungguh kepada Allah. Mereka kata, sekiranya Quran ini benar dari Allah, sedangkan mereka tidak mempercayai ianya dari Allah. Mereka doa begini di hadapan khalayak ramai supaya mereka dapat menjatuhkan kedudukan Quran. Mereka nak buktikan yang Quran itu bukan dari Allah.

فَأَمطِر عَلَينا حِجارَةً مِنَ السَّماءِ

maka hujanilah kami dengan batu dari langit,

Mereka kata kalau benar Quran itu dari Allah, mereka cabar Allah timpakanlah hujan batu dari langit ke atas mereka. Begitu teruk sekali kata-kata doa dari puak Quraish itu. Sepatutnya mereka kenalah doa supaya Allah berikan mereka taufik supaya dapat ikut agama Allah, bukannya minta bala. Tetapi kedegilan mereka telah membawa mereka berdoa begitu. Lihatlah bagaimana doa mereka sampai jadi pelik. Mereka doa begitu untuk menjatuhkan kedudukan Quran – mereka nak buktikan yang mereka tidak jadi apa-apa, maknanya Quran itu bukanlah dari Allah kerana mereka tentang ayat-ayat Quran itu, tapi tidak jadi apa-apa pun.

أَوِ ائتِنا بِعَذابٍ أَليمٍ

atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih”.

Sambungan doa puak Musyrikin: atau bawa mari azab lain pun boleh, kami boleh tanggung.

Tidak ada doa yang lebih teruk dari doa macam ini. Cuma golongan macam ini tidak ramai dari kalangan mereka. Ini jenis mereka yang teruk sangat. Kebanyakan dari orang Mekah majoritinya masuk Islam akhirnya apabila Mekah ditakluk oleh baginda.


Ayat 33: Setelah mereka doa sebegitu, Allah tidak turunkan terus azab kepada mereka. Allah jelaskan kenapa begitu sedangkan mereka dah cabar dah.

وَما كانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُم وَأَنتَ فيهِم ۚ وَما كانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُم وَهُم يَستَغفِرونَ

(SAHEEH INTERNATIONAL)

But Allāh would not punish them while you, [O Muḥammad], are among them, and Allāh would not punish them while they seek forgiveness.

(MALAY)

Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun

وَما كانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُم وَأَنتَ فيهِم

Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. 

Allah beritahu yang Allah dengar doa mereka itu. Tapi Allah jelaskan yang Dia takkan azab mereka selagi Nabi Muhammad ada bersama mereka. Kerana kalau Allah turunkan azab waktu itu, Nabi pun akan kena azab itu sekali dan Allah tidak mahu begitu.

وَما كانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُم وَهُم يَستَغفِرونَ

Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun

Ini satu lagi sebab kenapa Allah tidak terus mengazab puak Musyrikin Mekah itu. Allah tidak akan azab mereka selagi mereka istighfar kepada Allah. Soalan: siapa pula yang istighfar? Itulah umat Islam yang lemah, yang tidak boleh nak hijrah. Allah tidak mahu mereka kena azab sama dengan orang Mekah yang musyrik. Mereka itu berdoa supaya Allah jangan azab mereka. Tapi Allah akan azab juga mereka. Tapi caranya Allah bawa mereka keluar dan dimatikan di luar dalam peperangan.

Ada juga yang mengatakan yang meminta ampun itu adalah golongan musyrikin Mekah sendiri. Kerana walaupun mereka musyrik, tapi mereka ada juga meminta ampun kepada Allah:

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku telah menceritakan kepada kami Abu Huzaifah Musa ibnu Mas’ud, telah menceritakan kepada kami Ikrimah ibnu Ammar, dari Abu Zamil Sammak Al-Hanafi, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa orang-orang musyrik bertawaf di Baitullah seraya mengatakan, “Kami penuhi panggilan-Mu, ya Allah. Kami penuhi panggilan-Mu, kami penuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu.” Maka Nabi Saw. bersabda, “Ya, ya.” Mereka mengatakan pula, “Kami penuhi panggilan-Mu, ya Allah. Kami penuhi panggilan-Mu, kami penuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, kecuali sekutu yang menjadi milik-Mu. Engkau memilikinya, sedangkan dia tidak memiliki.” Lalu mengatakan pula, “Ampunan-Mu, ampunan-Mu.” Maka Alah Swt. menurunkan firman-Nya: Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedangkan engkau berada di antara mereka. (Al-Anfal: 33), hingga akhir ayat.
Ibnu Abbas mengatakan bahwa di kalangan mereka (orang-orang musyrik Mekah) terdapat dua keamanan yang menyelamatkan mereka dari azab Allah, yaitu diri Nabi Saw. dan permohonan ampun. Setelah Nabi Saw. tiada, maka yang tertinggal hanyalah permohonan ampun (istighfar).

Istighfar itu memberi kesan. Jadi kalau kita tidak mahu bala, kena istighfar banyak-banyak, Allah akan selamatkan sesiapa sahaja dari bala.

Allahu a’lam. Sambung ke ayat yang seterusnya


Rujukan: 

Maulana Hadi

Nouman Ali Khan

Tafsir Ibn Kathir

About tafsirsunnah

Blog mentafsir Quran berdasarkan fahaman Sunnah dan salafussoleh.
This entry was posted in Surah 008: Anfal. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s